Matakuliah yang diajarkan juga sangat menantang. Berikut ini beberapa mata kuliah yang akan diajarkan dalam jurusan Administrasi Fiskal. 1. Pengantar Ilmu Hukum 2. Akuntansi Keuangan 3. Pengantar Pajak 4. Akuntansi Biaya 5. Pajak Penghasilan 6. Pajak Pertambahan Nilai 7. Kepabeanan dan Ekspor Impor 8. Peradilan Pajak 9. Manajemen Keuangan 10 Matakuliah yang lain juga masih banyak, contohnya nih, pengantar ekonomi, pengantar bisnis dan manajemen, hukum administrasi, hukum keuangan Negara, pengantar perpajakan. 5. Bea Cukai (khusus laki-laki) Jurusan ini semimiliter. Tempat kuliahnya terpisah dengan jurusan yang lain. Bagi yang suka yang berbau militer, jurusan ini yang paling cocok. MATAKULIAH : PERPAJAKAN KODE MATA KULIAH : PKT214 JUMLAH SKS : 2 SKS SEMESTER : 2 VIII. STANDAR KOMPETENSI Mahasiswa diharapkan mampu mengaplikasikan konsep dan prosedur dalam menghitung, memperhitungkandan melaporkan pajak.(PPh, PPN, PPnBM, PBB, BPHTB dan Bea Meterai) yang menjadi tanggungjawabnya. Pindahhaluan dari petugas pajak menjadi konsultan, Sugianto tetap berkomitmen mengemban misi edukasi dan mendorong kepatuhan pajak. MAJALAHPAJAK.NET - Sudah lebih dari dua puluh tahun Sugianto bekerja sebagai konsultan pajak. Founder dan Managing Partner MUC Consulting ini sangat berpengalaman menangani berbagai persoalan di bidang perpajakan dan manajemen bisnis; mulai dari memberikan Alumnikuliah Jurusan Perpajakan, baik pada program D3 (vokasi) maupun jenjang S1 (non-vokasi), banyak yang berkarier di Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian keuangan, ataupun Badan Kebijakan Fiskal - terutama mereka yang lulus dari PKN STAN. TBYFrx. Perkenalkan nama kakak, Udi Hammin Faroja. Temen-temen kampus biasanya manggil “Udi”, tapi ada juga yang manggil “Alfaroj” *nama artisnya wkwkw. Buat kalian semua, panggil kak udi aja ya. Sekarang kakak berstatus sebagai Mahasiswa akhir di Politeknik Keuangan Negara PKN STAN. PKN STAN merupakan nama baru dari Sekolah Tinggi Akuntasi Negara STAN. Disana kakak mengambil jurusan Perpajakan, program studi D-III Pajak. STAN? Iya STAN, Sekolah Tinggi Akuntasi Negara, Sekolah yang sangat diidam-idamkan banyak orang. Termasuk kakak sendiri. STAN sendiri mempunyai sejarah yang cukup panjang, berawal dari Sekolah Tinggi Ilmu Keuangan Negara pada tahun 1959 dan pada tahun 1960 menjadi Akademi Treasuri Negara. Setelah itu digantikan oleh Akademi Perbendaharaan Negara dan berubah lagi menjadi Institut Ilmu Keuangan. Pada akhirnya terbentuklah STAN Sekolah Tinggi Akuntasi Negara yang berdasarkan Keputusan Presidan No. 45 tahun 1974. Eitss.. santai aja, kalau bicara tentang Pajak jangan langsung ngerutin jidat ya 😀 Pajak memang sempat terkenal karena ulah Gayus Tambunan. Dan nama instasi Direktorat Jendral Perpajakan DJP langsung dicap negatif oleh masyarakat hanya karena ulah 1 orang itu. Oke, mari move on dari Pak Gayus dulu. Disini kakak akan mencoba sharing mengenai pengalaman kuliah di Kampus PKN STAN dengan jurusan Perpajakan ini. Klik Gambar Di Bawah Jika Tertarik Masuk Grup Whatsapp untuk info konsultasi jurusan, info TO online, live jurusan, dsb. Awal masuk kuliah sempet deg-degan karena, kakak sendiri sebenernya berasal dari jurusan IPA sewaktu SMA dan sekarang harus bergulat dengan hitungan-hitungan yang berbau akuntasi. Tapi ternyata di kelas kakak dulu, yang berasal dari jurusan IPS sewaktu SMA hanya sekitar 3 orang dan sisanya IPA semua wkwkw. Memang hidup ini penuh kejutan ma bro 😀 Apa aja mata kuliah di jurusan perpajakan ini kak? Mmm.. banyak banget dan udah banyak yang lupa juga 😀 Btw, sebelumnya adek-adek semua harus tahu terlebih dahulu kalau Jurusan Pajak Politeknik Keuangan Negara PKN STAN dipimpin oleh Ketua Jurusan. Jurusan Pajak memiliki 3 tiga Program Studi unggulan, yaitu Program Studi Diploma Tiga III Pajak; Program Studi Diploma Tiga III Pajak Bumi dan Bangunan/Penilai; dan Program Studi Diploma Satu I Pajak. Nah yang nomor 1 itu adalah program studi kakak. Jadi kakak kuliah disini selama 3 tahun atau sekitar 6 semester. Foto yang sok cool di depan air mancur PKN STAN selesai kuliah 😀 Selanjutnya untuk mata kuliahnya itu beragam. Saat kakak tingkat 1 semester 1 dan 2 mata kuliah yang ada adalah agama, akuntasi, bhs. Inggris, KSPK, Ketentuan Umum Perpajakan KUP, Pengantar Ilmu Ekonomi, Pengantar Ilmu Hukum, statistika, Pajak Penghasilan PPh, Keuangan Publik, dsb. Pertanyaan selanjutnya adalah buat apa belajar itu semua kak? Di setiap mata kuliah pasti ada alasan kenapa harus mempelajarinya. Baca artikel sejenis Kenapa sih harus PKN STAN? Misalnya mata kuliah keuangan publik, disini kakak akhirnya tahu mengenai asal-usul barang publik. Barang publik erat kaitannya dengan pemerintah karena barang publik tidak dapat disediakan oleh pasar. Contoh barang publik adalah jalan raya. Kenapa tidak dapat disediakan oleh pasar? Karena tidak akan ada untungnya bagi perusahaan untuk menyediakan barang publik. Oleh karena itu pemerintah berperan dalam menyediakan barang publik tersebut. Penyediaan barang publik tersebut oleh pemerintah tentu memerlukan biaya, makanya dilakukan pemungutan pajak untuk membiayainya. Mmm.. panjang ya dan akhirnya berujung di pajak juga wkwkw… Kak, kok ada mata kuliah agama? Apa hubungannya dengan perpajakan? Harus itu wkwkw… Karena terjadinya kasus seperti Gayus T itu berawal dari kurangnya pemahaman mengenai ilmu agama sehingga menurunkan tingkat keimanan seseorang. Disini karena Mahasiswa PKN STAN berasal dari berbagai suku dan daerah maka terdapat banyak agama yang dianut. Kebetulan kakak beragama islam jadi mata kuliahnya lebih spesifik lagi adalah Pendidikan Agama Islam. Waktu dulu dosennya adalah perempuan lulusan dari Mesir. Mata kuliahnya sangat santai dan banyak presentasi sebagai tugasnya. Mumpung bahas mata kuliah agama nih, kakak kasih pertanyaan “Mending mana wanita tak berhijab, tapi baik daripada wanita berhijab, tapi tidak baik?” Hayooo.. pilih mana 😀 Jangan bingung, jawabannya simpel sekali “Wanita berhijab belum tentu wanita sholihah, namun Wanita sholihah pasti berhijab” EEaaa… wkwkwk.. Foto bersama Dosen PPnBM Selanjutnya, kalau udah lulus kerja dimana ya kak? Lulusan D-III Perpajakan 99% akan bekerja di Direktorat Jendral Pajak. Kenapa 99%? Karena beberapa Mahasiswa 1-3 orang ada yang ditempatkan di Badan Kebijakan Fiskal BKF. Kalau yang belum tahu apa itu DJP, bisa browsing di google wkwkw *bercanda. Direktorat Jendral Pajak adalah salah satu direktorat jendral di bawah Kementerian Keuangan Indonesia yang mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang perpajakan. Kalau gajinya berapa kak? Mmm.. kakak sendiri juga kurang tahu wkwkw.. tapi insya’ Allah cukup kok buat nafkahin calon istri, cukup buat beli honda jazz, cukup buat beli rumah, eh kok jadi kemana-mana wkwkw… Jadi kesimpulannya enak ga sih kak kuliah di PKN STAN dan ngambil jurusan perpajakan? Mmm.. gimana ya, susah jawabnya 😀 Karena setiap sesuatu itu memiliki 2 sisi yaitu sisi baik dan sisi baik, bagian enak dan bagian ga enak, dll. Contohnya temen kakak, dulu sangat ngebet banget masuk Fakultas Kedokteran. SNMPTN gagal, dia coba lagi dengan SBMPTN dan gagal lagi, dia coba UM dan gagal lagi sampai beberapa kali Dan akhirnya keterima di tahun selanjutnya. Eh pas udah resmi jadi Mahasiswa Fakultas Kedokteran si doi selalu update status “susahnya kuliah disini, kepala pusing banget nih, tugas numpuk, kurang tidur dll” Nah jadi kita dapat ambil pelajaran bahwa “Selalu ada sisi negatif di dalam sisi positif, serta sebaliknya” dan “Tak selalu yang terlihat baik itu baik untuk kita dan tak selalu yang terlihat buruk itu buruk buat kita” Sekian, semoga yang berniat mengikuti USM PKN STAN 2017 bisa lolos dan berkesempatan memakai kalung kuning seperti kakak. Aamiin. Klo ada yang mau ditanyain tinggal komen aja ya dibawah 🙂 [ABTM id=735] Kode Konten X133

mata kuliah stan perpajakan